Ketika Bob Dylan Butuh Secangkir Kopi

Ketika Bob Dylan butuh secangkir kopi, ia pun menciptakan sebuah lagu. Sebuah lagu tentang seorang perempuan ternyata. Lagu itu sebenarnya tidak begitu terkenal bila dibanding lagu-lagu Dylan lainnya. Seperti apa lagunya itu?

Oktober 2016, Bob Dylan menjadi bahan perbincangan setelah dinobatkan sebagai penerima Nobel Prize di bidang sastra. Menjadi kontroversial, dan Dylan pun dikritik dengan menyebutnya tidak pantas menerima Nobel di bidang dikarenakan latar belakangnya adalah musisi, bukan penulis atau sastrawan.

“Dylan adalah musisi dan penulis lirik yang hebat, tapi dengan memberikan Nobel kepadanya, komite Nobel tak lagi memberikannya kepada penulis, dan itu adalah pilihan yang mengecewakan,” demikian tulis Anna North dalam artikelnya yang diterbitkan di The New York Times. Dia menyebut, memberikan Nobel kepada Dylan rasanya tidak fair sebab akan akan sulit bagi para musisi ketika nama penulis tercatat dalam Rock & Roll Hall of Fame. Karena itu, sebut Anna, tidak seharusnya Dylan menerima Nobel!

Dylan adalah musisi folk yang barang tentu sudah tidak asing lagi. Ia menyanyi sambil bermain gitar dan meniup harmonika. Musiknya kuat dengan lirik dan kritik. Ia mengkritik perang Vietnam dalam lagunya berjudul Blowing in the Wind dan masih banyak lagi lagunya yang begitu familiar di telinga, antara lain Mr. Tamborine Man, Like A Rolling Stone, Knocking on Heaven Door lagu yang entah berapa musisi telah menyanyikannya kembali, dan masih banyak lagi.

Dylan menjadi sumber inspirasi bagi banyak musisi lainnya. Di Indonesia, ia disebut-sebut sebagai sumber inspirasi Iwan Fals.

Gelar Honoris Causa Bidang Musik

Selain telah menjual jutaan keping album, Dylan juga telah banyak menerima penghargaan, termasuk Grammy Awards. Namanya tercatat dalam Rock & Roll Hall of Fame dan dia telah menerima dua kali gelar Honoris Causa bidang musik. Pertama, dari Universitas Princeton pada tahun 1970, dan kedua dari Universitas St. Andrews pada tahun 2014. Tidak hanya itu, di bidang film Dylan juga pernah meraih penghargaan bergengsi, yakni lagunya Things Have Changed, yang berhasil meraih Oscar pada film Wonder Boys, tahun 2011.

Terlepas dari kontroversi Nobel yang diterimanya dan segudang pencapaian yang telah dicapainya, Dylan seperti kebanyakan manusia biasa. Dia penyuka seni, penggila catur dan seorang penikmat kopi!

Bob Dylan: Foto: Wikimedia Commons

Bahkan, kesukaannya menikmat kopi pernah dia tuangkan dalam satu lagu berjudul One More Cup of Coffee. Asal tahu saja, seperti di hampir semua lagu-lagunya, tidak ada pengulangan lirik dalam lagu ini, kecuali chorus di setiap akhir bait.

Di lagu ini Dylan selalu mengakhiri baitnya dengan lantunan, “One more cup of coffee for the road; One more cup of coffee ’fore I go; To the valley below”

Dan, yang menarik ialah, Dylan menggunakan kata coffee ini sebenarnya untuk memuja seorang perempuan berhati lembut, yang memiliki mata seperti permata di langit. Perhatikan lirik yang ditulis Dylan untuk lagu ini:

One More Cup Of Coffee (Valley Below)
BY: BOB DYLAN

Your breath is sweet
Your eyes are like two jewels in the sky
Your back is straight, your hair is smooth
On the pillow where you lie
But I don’t sense affection
No gratitude or love
Your loyalty is not to me
But to the stars above

One more cup of coffee for the road
One more cup of coffee ’fore I go
To the valley below

Your daddy he’s an outlaw
And a wanderer by trade
He’ll teach you how to pick and choose
And how to throw the blade
He oversees his kingdom
So no stranger does intrude
His voice it trembles as he calls out
For another plate of food

One more cup of coffee for the road
One more cup of coffee ’fore I go
To the valley below

Your sister sees the future
Like your mama and yourself
You’ve never learned to read or write
There’s no books upon your shelf
And your pleasure knows no limits
Your voice is like a meadowlark
But your heart is like an ocean
Mysterious and dark

One more cup of coffee for the road
One more cup of coffee ’fore I go
To the valley below

Copyright © 1975, 1976 by Ram’s Horn Music; renewed 2003, 2004 by Ram’s Horn Music

Begitulah Dylan, ketika dia sedang jatuh cinta, ternyata membutuhkan kopi. Kalau Anda bagaimana, apakah juga butuh kopi ketika sedang jatuh cinta?

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.