October 10, 2018 0 Comments Perspektif

Akhir Hayat Sang Penemu Partikel Tuhan

Pernah mendengar istilah “Partikel Tuhan”? Istilah itu dicetuskan oleh fisikawan pemenang Nobel, Leon Lederman. Meski terkenal dengan penemuannya itu, namun di akhir hayatnya, sang ilmuwan menghabiskan hari tuanya di panti jompo. Keluarganya terpaksa menjual penghargaan Nobel yang pernah diraihnya untuk membiayai perobatannya selama sakit. Ilmuwan ateis itu pun meninggal di usia 96 tahun.

Leon Lederman, meninggal pada Rabu, 3 Oktober 2018, di sebuah panti jompo di Idaho, AS. Dia merupakan mantan kepala Fermi National Accelerator Lab yang bergengsi dan pemenang Hadiah Nobel bidang fisika tahun 1988, Lederman telah menderita demensia akut pada tahun-tahun terakhir hidupnya, yang mengharuskan dirinya menjalani perawatan sepanjang waktu dan pengeluaran perawatan yang berat.

Biaya perawatan Lederman menjadi beban keluarga ilmuwan yang disegani tersebut. Istrinya, Ellen Lederman, mencatat bahwa tindakan itu diperlukan untuk menjaga suaminya tetap tenang ketika kesehatannya menurun.

“Dia suka di mana dia tinggal dengan kucing, anjing, dan kuda. Dia tidak memiliki masalah dengan kecemasan, dan itu membuatku senang bahwa dia sangat puas,” kata Ellen.

Lederman pernah menerima berbagai penghargaan sepanjang hidupnya. Ia merupakan salah satu dari tiga nominasi untuk menerima penghargaan fisika Nobel 1988 untuk metode sinar neutrino dan demonstrasi struktur doublet lepton melalui penemuan neutrino muon, dan merupakan penemu istilah “Partikel Tuhan” untuk menjelaskan partikel-partikel Higgs boson subatom.

Seperti diberitakan Jerusalem Post, Leon Lederman lahir dari imigran Yahudi-Rusia yang banyak menjalani kehidupannya di New York. Dia sempat berdinas di Angkatan Darat AS selama tiga tahun selama Perang Dunia II. Dia kemudian mendaftar ke Universitas Columbia, di mana ia mendapatkan gelar doktor dan kemudian menjadi anggota fakultas.

Dia telah lama diakui memiliki kemampuan luar biasa untuk menjelaskan seluk-beluk fisika subatomik yang rumit dan kompleks. Namun, Amerika Serikat tidak menjamin perawatan kesehatan warga negara yang menghadapi krisis keuangan yang bekerja di sistem perawatan nirlaba.

Penghargaan Nobel Fisika Lederman dikabarkan dibeli oleh pembeli online anonim senilai US$ 765.000 atau Rp 11,6 miliar.