Menyusuri Destinasi Wisata Bangkok

Candi Wat Arun, Bangkok

Bangkok di negeri gajah putih Thailand telah lama menjadi destinasi wisata utama di Asia Tenggara para pelancong dari berbagai dunia. Negara yang dikenal sebagai salah satu produsen tekstil terbesar di dunia ini sadar benar bahwa pariwisata merupakan sumber devisa nagara yang begitu potensial. Dengan demikian, hampir seluruh potensi yang sudah ada di negeri kerajaan ini, dialihfungsikan menjadi aset wisata yang menjual bagi para pelancong. Mulai dari belanja, gaya hidup dan budaya. Menariknya, biaya wisata ke Thailand relatif murah. Sehingga, tak batasan bagi kelas mana untuk menikmati segala yang disediakan di sana.

Jadi wajar bila seorang yang berpenghasilan pas-pasan pun bisa mengeksplorasi hampir setiap sudut perjalanan di Thailand. Apalagi, belakangan ini banyak tiket murah yang disediakan sejumlah maskapai penerbangan, promosi wisata yang tiada henti dan bagaimana bijaknya pengelola wisata setempat untuk mempertahankan biaya wisata murah tersebut. Dan lengkaplah sudah. Perjalanan wisata ke Thailand adalah sebuah petualangan yang murah dan penuh kesan, bukan hanya bagi penggila belanja, kuliner, fotografi. Tapi, juga bagi mereka yang gemar menikmati kehidupan malam yang hedonis.

Sungai Chao Phraya, Bangkok

Ada banyak cara untuk menikmati perjalanan yang berkesan di Thailand, mulai dari menjelajahi sudut-sudut kota Bangkok, makan malam di lantai 78 sebuah hotel berkelas internasional, melintasi Sungai Chao Phraya yang membelah Bangkok, pagelaran budaya dan sirkus di kebun binatang Sriracha Tiger Zoo di Bangkok, melihat langsung gemerlap kota Pattaya yang tidak pernah tidur dengan gadis-gadis seksinya, dan pesona perempuan-perempuan hasil operasi plastik beraksi di panggung kabaret.

Sekarang perjalanan wisata ke Thailand lebih mudah dan murah. Beberapa tahun lalu, sebelum promosi besar-besaran di badan pariwisata Thailand kembali digalakkan dan sejumlah maskapai yang menjual tiket murah, perjalanan ke negeri yang dihuni orang-orang ras Siam ini cukup mahal dan membutuhkan waktu lama. Dulu pelancong dari Medan akan terlebih dulu terbang ke Penang, Malaysia. Dari sana kemudian naik bus ke kota Hatjai, sebuah kota perbatasan antara Thailand dan Malaysia. Perjalanan ke kota ini cukup panjang, hampir 6 jam. Belum lagi pemeriksaan di zona perbatasan itu yang begitu ketat. Kalau Anda punya bulu lebat di sekitar wajah, sebaiknya cukur saja daripada dicurigai sebagai anggota komplotan teroris.

Candi Wat Arun, Bangkok

Dari Hatjai perjalanan kemudian dilanjutkan ke Bangkok. Kebanyakan pelancong tidak langsung terbang ke Bangkok, bila tiba Hatjai. Kebanyakan lebih suka menetap satu malam di kota yang banyak dihuni penduduk beragama muslim, meskipun mayoritas penduduk Thailand beragama Buddha. Di Hatjai, Anda masih bisa menemukan perempuan-perempuan yang mengenakan kerudung. Namun, kehidupan malam di kota ini lumayan menawan juga. Lagi, menggoda. Meski kesannya adem-ayem, namun cobalah keluar malam sejenak untuk mencari bir kaleng atau rokok. Saya menjamin Anda akan dihampiri seorang pemuda yang menawarkan Anda dua macam layanan. Pertama, Anda diajak menonton aksi penari-penari telanjang dan sebagai tipsnya Anda akan diantar, ditunggu dan diantar pulang ke hotel.

Kedua, mungkin Anda akan menolak tawaran tersebut karena sudah lelah dalam perjalanan sebelumnya. Tolaklah dengan sopan. Katakan Anda akan istirahat cepat sebab besok akan melakukan perjalanan. Dijamin omelan bahkan makian dengan bahasa yang tidak Anda mengerti tidak keluar dari mulut pemuda itu. Selain pemuda tadi, di beberapa sudut jalan di antara bangunan-bangunan kota, beberapa perempuan berpakaian seksi akan memanggil Anda dari kejauhan. Menawarkan cinta satu malam. Ada juga klub malam dengan band-band yang membawakan musik-musik barat, bahkan lagu Indonesia. Orang-orang di bar ini begitu akrab menikmati musik dan bir lokal hingga larut malam. Dan, tidak akan ada orang yang akan menggangu Anda di sana, kecuali Anda sendiri yang memancing keributan.

Belanja di Pagi Hari

Dua jam terbang dari Hatjai ke Bangkok bukanlah perjalanan yang membosankan. Setelah sampai di Bangkok, cuaca yang terik dan panas begitu menyengat. Asal tahu saja, wakto Bangkok sama dengan waktu Jakarta. Tak ada juga perbedaan musim antara Indonesia dan Bangkok. Hanya saja, Bangkok tak kalah macetnya dari Jakarta.

Pasar Pratunam, Bangkok

Kalau Anda bepergian tanpa jasa pemandu wisata, sebaiknya Anda lebih berhati-hati. Pasalnya, tak banyak calo yang akan menawarkan Anda perjalanan wisata. Jelilah dengan harga. Sebaiknya, sejak jauh hari Anda juga sudah memperhitungkan uang yang Anda keluarkan selama perjalanan agar Anda tidak tergoda untuk mengeluarkan uang untuk hal yang menggoda di sekitar Anda.

Salah satu kendaraan umum yang paling mudah Anda dapatkan ialah tuktuk, kendaraan beroda tiga sejenis bemo. Namun, belakangan sudah mulai muncul kendaraan umum seperti angkot namun bisa mengantar Anda ke mana saja Anda mau dengan tarif yang sudah melalui proses tawar menawar dulu.

Sekarang, waktunya mengunjungi satu-persatu tempat yang wajib Anda singgahi di Bangkok. Yang pertama ialah mengunjungi kuil Buddha Wat Pho, di jantung Kota Bangkok. Konon, kuil yang dikenal sebagai the sleeping Buddha ini merupakan kuil tertua di Bangkok, dibangun oleh Raja Rama I pada abad ke-17. Sedikitnya, ada 99 pagoda di areal kuil ini. Di dalamnya, Anda terdapat patung Buddha yang sedang tertidur, dilapisi emas murni dengan ukuran panjang 46m dan tinggi 15m.

Kuil Wat Pho

Setelah mengunjungi kuil Wat Pho, yang sebaiknya Anda lakukan di pagi hari setelah sarapan, bergegaslah ke candi Wat Arun, di Thon Buri. Perjalanan ke salah satu ikon budaya Thailand ini lebih menyenangkan karena Anda nantinya akan melintasi jalur sungai Chao Phraya sepanjang kurang lebih 2km. Sungai ini sebenarnya tidak begitu indah. Sungai ini banyak ditumbuhi tanaman enceng gondok. Hanya saja, dari sungai ini Anda dapat merasakan atmosfir kota dan geliat kehidupan sehari-hari penduduk Bangkok. Perjalanan ke Wat Arun menuju Wat Arun menggunakan perahu kayu yang bisa menampung 30 penumpang. Selain itu, ada banyak kendaraan darat menuju kuil ini.

Apa menariknya di candi Wat Arun? Kuil ini merupakan salah satu peninggalan Raja Rama III, abad 18. Kuil ini menunjukkan masa kerajaan Siam yang merupakan salah satu simbol kebudayaan tertua di Asing Tenggara, setelah kerajaan Mataram dan Swijaya di negeri yang kini bernama Indonesia.

Pengalaman lebih yang tak kalah berkesan bisa juga Anda lewatkan di sungai Chao Phraya dengan memesan paket dinner Cruising on Chao Phraya River, hanya dengan harga 270 Baht per orang. Kalau ingin melewati momen berkesan dengan melewati senja di antara kota Bangkok, pesanlah jauh-jauh hari paket wisata yang terbilang romantis ini. Hanya saja, paket dinner ini bisa dilakukan apabila pemesan memenuhi minimal kuota yang sudah ditentukan, yakni minimal 50 pax per tour dengan perjalanan mengelilingi kota Bangkok melalui sungai ketika matahari akan terbenam.

Ketiga perjalanan di atas sedikitnya telah menelan waktu sehari penuh, dari pagi hingga malam. Malam harinya, Anda bisa menumpangi tuktuk kembali menuju pasar Pratunam, tempat belanja souvenir dan pakaian paling ramai di Bangkok. Kawasannya macet dan hanya tuktuk yang boleh melintas di kawasan belanja ini. Mulailah berpetualang mencari souvenir, pakaian, tas, dan sejumlah kerajinan tangan khas Thailand di sini dengan harga yang relatif murah. Namun, meski demikian, tetaplah pandai menawar. Sebab, kebanyakan pedagang di sini terbiasa menawarkan harga yang tinggi sebelum akhirnya ditawar pembeli ke “harga deal”.

Selain di Pratunam, belanja murah bisa Anda lakukan di pasar Chatuchak, lokasinya berdekatan dengan sebuah hotel berbintang 3. Bedanya, di sini, pasar dibuka mulai pagi dan tutup sore. Berbagai jenis pakaian dijajakan di sini, mula dari pakaian wanita dan pria, casual dan etnik. Syukur-syukur Anda tahan dengan godaan untuk tidak menghabiskan semua uang kontan Anda ketika berada di sini.

Kalau Anda punya lebih banyak waktu untuk berlibur di Thailand, masih banyak tempat-tempat yang sangat sayang Anda lewatkan. Kalau Anda suka hiburan malam, pergilah misalnya ke Pattaya, di mana terdapat tempat hiburan dengan penari-penari yang mengumbar aurat hingga pagi. Di kota yang tidak pernah tidur ini Anda juga menyaksikan seni pertunjukan cabaret oleh “perempuan-perempuan setengah pria”. Dan awas, jangan tergoda oleh kemolekan mereka. Anda boleh berfoto bareng dengan mereka dengan tips minimal 10 Baht, silakah mencium dan memeluknya, asal jangan membawanya ke kamar Anda!

Tulisan terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *