Kopi dan Fotografi di Kafe Potret

kafe-potret-7

Dari namanya, bisa ditebak bahwa Kafe Potret, tempat ngopi yang berlokasi di Jalan Wahid Hasyim No. 90 Medan, ini punya keterkaitan dengan dunia fotografi. Dan tak salah memang, kafe yang baru berumur sekitar empat bulan ini dikelola oleh salah seorang dari tiga pengelolanya yang berprofesi sebagai fotografer.

“Kita menawarkan konsep ngopi yang berbeda. Jadi, tidak hanya ngopi, dari awal memang kita pingin jadi tempatnya orang-orang kreatif di Medan bersosialisasi dan buat kegiatan positif,” kata Heinrico Hardi, fotografer yang turut ambil andil sebagai salah satu dari tiga orang pengelola kafe ini.

kafe-potret-2

Kesan pertama yang dapat dirasakan saat berada di Kafe Potret ialah nyaman dan tidak bising meskipun lokasinya di tepi jalan. Ada unsur privasi yang terasa sehingga orang-orang yang sedang menikmati waktu ngopinya tidak terusik dengan suara-suara pengunjung lainnya.

kafe-potret-3

Dari sisi interior, Kafe Potret memunculkan nuansa rumah yang tenang. Ada deretan foto-foto karya fotografer lokal yang dipajang di dinding. Ada pula panggung kecil untuk live band akustik.

Sedangkan untuk pengunjung yang suka outdoor, disediakan tempat ngopi dengan suasana taman. Dan ada juga space di lantai bagian atas kafe untuk pengunjung yang suka ruang terbuka dan hembusan angin.

kafe-potret-1

Seperti namanya Kafe Potret merupakan tempat ngumpul para fotografer di Medan dari berbagai komunitas, seperti Asosiasi Fotografer Sumatra Utara (AFSU) yang baru saja menggelar pemilihan pengurus baru.

kafe-potret-5

Belum lama ini, Kafe Potret juga menjadi tempat pelucuran buku fotografi karya Bedu Sani berjudul Civilization of Light, tentang peristiwa tsunami satu dekade silam. Hadir pada saat itu para fotografer dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan dan fotografer senior dari kantor berita Antara, Oscar Matulloh.

Sedangkan untuk seduhan kopi, Kafe Potret terbilang tidak setengah hati. Ini bisa dilihat dari biji kopi yang disediakan. “Kita sediakan kopi dari berbagai daerah di Nusantara, mulai dari kopi Gayo, Mandailing, Lintong, Flores dan Papua,” kata Heinrico.

kafe-potret-6

Untuk mempersenjatai seduhan kopi itu semua, Kafe Potret mendudukkan satu unit mesin espresso Nuova Simonelli Appia II dan merekrut barista yang memang memahami kopi, dan mampu menyeduh kopi standard kafe, seperti espresso, cappuccino dan latte art coffee.

“Kita memang menyediakan tempat ngopi yang benar-benar menyediakan kopi, bukan asal-asal kopi,” kata fotografer yang akrab disapa Rico itu.

kafe-potret-4

Kehadiran Kafe Potret telah menambah keramaian di industri kopi Medan yang tampaknya terus bertumbuh seperti kecambah di musim hujan. Dengan demikian, bertambah pula tempat pilihan bagi orang-orang yang ingin menikmati kopi berkualitas di kota ini.

Tulisan terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *